Game Yang Paling Ditunggu Tahun 2020

Tahun sudah berganti ke tahun 2020, apa yang anda tunggu dan cari di tahun 2020 ini? Game, tentu saja Game yang paling ditunggu tahun 2020 oleh para gamer dan pencinta game. Dan sudah pasti kali ini kita akan membahas tentang game yang paling ditunggu di tahun 2020. Apa saja game yang ada di tahun 2020 ini? Yuk kita simak di bawah ini.

5 Game PC yang Paling Ditunggu di tahun 2020

1. Dying Light 2 (Musim Semi 2020)

Dying Light 2 akan berlatar 15 tahun setelah peristiwa Dying Light pertama. Di Dying Light 2, pemainnya akan memainkan karakter Aiden Caldwell, seorang pria yang harus bertahan hidup di kota bernuansa post-apocalype.

Ya, pria perkasa ini punya kemampuan parkour melintasi bangunan-bangunan kota dan membasmi para zombie.

Game ini punya banyak misi untuk diselesaikan. Selain itu, untuk menyelesaikan membutuhkan keputusan yang tepat, karena akan berpengaruh ke misi-misi lainnya.

Kabarkan game ini akan menggunakan engine terbaru, yaitu C-Engine yang telah dikembangkan oleh Techland.

2. Half-Life Alyx (Maret 2020)

Game Half-Life merupakan salah satu franchise yang telah lama tidak disentuh dan membuat para penggemar menunggu hingga bertahun-tahun untuk game ketiganya.

Nah, baru-baru ini Valve mengkonfirmasi proyek baru, meskipun game ini bukan game Half-Life 3. Melalui akun Twitternya, Valve mengumumkan game virtual reality berjudul Half-Life: Alyx.

Dari trailer perdananya, game ini punya grafik yang luar biasa bagus dan detail. Pemain harus memiliki tingkat akurat yang tinggi saat membidik dengan senjata.

Selain itu, di game ini pemain bisa melakukan reload senjata hanya dengan sebuah gerakan. Game ini memiliki tokoh utama Alyx Vance dan dengan latar belakang dunia fiksi.

3. Doom Eternal (20 Maret 2020)

Developer id Software menunda peluncuran Doom Eterneal hingga 20 Maret 2020 dengan alasan untuk memaksimalkan game dan memberikan hasil terbaik.

Game ini akan memiliki mode baru bernama Invasion Mode dan diberikan melalui sebuah update gratis paska perilisan DOOM Eternal. Jika biasanya kamu membasmi iblis, dalam mode ini kamu akan bermain sebagai iblis itu sendiri.

4. Resident Evil 3 Remake (3 April 2020)

Resident Evil 3 Remake akan mengisahkan perjalanan dan petualangan Jill Valentine keluar dari kota Racoon.

Di game ini Jill akan bertarung dengan berbagai zombie yang menguasai kota Racoon. Selain itu, Jill juga akan melawan bos, yaitu Nemesis.

Sama dengan versi remake lainnya, Resident Evil 3 Remake tentu akan memiliki grafis yang lebih detail dan ada beberapa konten tambahan.

Yang menarik adalah versi remake ini memiliki konten multiplayer yang diberi nama Resident Evil: Resistance. Ini merupakan mode 4 vs 1.

Game ini dibuat dengan memakai RE Engine milik Capcom yang sebelumnya sudah dipakai di game Resident Evil 7: Biohazard, RE2, dan Devil May Cry 5.

5. Cyberpunk 2077 (16 April 2020)

Game Cyberpunk 2077 adalah salah satu game yang paling diantisipasi tahun ini karena karya dari developer seri The Witcher, CD Projekt Red. Sejak tanggal rilisnya diumumkan pada 16 April 2020, CD Projekt Red semakin terbuka mengenai perkembangan game tersebut.

Dilansir Comic Book, salah satu informasi menarik terungkap pada sebuah wawancara antara saluran radio Polandia dengan Lead Quest Designer Cyberpunk 2077 Pawel Sasko. Dalam wawancara tersebut, Sasko menekankan bahwa Cyberpunk 2077 memiliki cerita dengan banyak konten dewasa.

Dari semua rekaman game yang diperlihatkan oleh CD Projekt Red, memang tampak bahwa game tersebut memiliki atmosfir yang kelam.

Tujuan sang developer membuat game ini sendiri agar para pemain dapat merasakan sisi negatif dari dunia futuristik. Bahkan, Sasko mengatakan timnya tidak akan menghindari permasalahan-permasalahan sensitif (seperti ras, agama, politik, dan lainnya) melainkan akan mengangkat dan mendalami permasalahan tersebut.

5 Game Android yang Paling Ditunggu di Tahun 2020

1. Apex Legends Mobile

Game yang satu ini sebenarnya sudah beberapa saat menjadi rumor di kalangan gamers. Banyak kabar burung yang mengatakan bahwa Apex Legends akan diterbitkan untuk mobile agar bisa dimainkan oleh siapapun. Berawal dari rumor, Electronic Arts sang pengembang akhirnya mengkonfirmasi kehadiran game android Apex Legends.

Namun demikian belum ada informasi lebih lanjut terkait tanggal rilis ataupun bentuk game yang akan dirilis nanti. Ada yang bilang, ini akan menjadi versi direct port. Ini artinya bisa jadi game android Apex Legends tidak akan seperti PUBG Mobile yang menjadi seperti gamestandalone di mobile. Jika benar game android Apex Legends bersifat direct-port, maka ia kurang lebih bentuknya akan seperti Fortnite Mobile, yang mana pemain bisa cross-play dengan pemain di PC ataupun konsol.

2. Diablo Immortal

Pada pembukaan BlizzCon 2018, Activision Blizzard mengumumkan game terbarunya yang akan rilis di mobile. Game tersebut adalah Diablo Immortal. Sontak, pengumuman ini membuat para fans mengamuk. Bukan, alasannya bukan karena Diablo Immortal yang diumumkan, tapi dari Blizzard mengumumkan hal tersebut yang segera merusak ekspektasi para penggemar yang sudah datang dengan penuh passion ke BlizzCon.

Tapi, bukan berarti game android ini tidak patut untuk ditunggu di tahun 2020 ini. Salah satu alasannya, karena sesederhana game ini terlihat sangat menjanjikan dengan grafis ciamik dan gameplay penuh aksi. Mengutip dari Gamespot, alpha test Diablo Immortal direncanakan akan hadir tahun 2020 ini. Digarap bersama NetEase dari Tiongkok, Diablo Immortal sampai saat ini masih belum memiliki tanggal rilis resminya.

3. Final Fantasy Crystal Chronicles: Remastered

Sebagai salah satu franchisegame paling sukses milik Square Enix, tak heran jika seri game Final Fantasy terus hadir dengan cerita-cerita baru. Final Fantasy Crystal Chronicle sendiri sebenarnya adalah game yang rilis tahun 2003 lalu yang memiliki genre co-op RPG. Setelah 15 tahun berlalu, Square Enix akhirnya mengumumkan akan melakukan remake dari Final Fantasy Crystal Chronicle, dan akan merilisnya akhir 2019 lalu.

Namun, karena berbagai kendala teknis, perilisan Final Fantasy Crystal Chronicles terus tertunda. Sempat ditunda jadi 23 Januari 2020, kini akhirnya Final Fantasy Crystal Chronicle dikabarkan baru akan rilis pada musim panas, atau kuartal 3 tahun 2020 nanti. Final Fantasy Crystal Chronicles merupakan game yang bersifat cross-platform yang dapat dimainkan di PlayStation 4, Nintendo Switch, iOS, dan Android.

4. Path of Exile Mobile

Walau mungkin kurang terkenal di Indonesia, namun Path of Exile menjadi fenomena tersendiri di luar negeri sana. Game besutan Grinding Gear Games ini berhasil memberikan pengalaman bermain layaknya Diablo namun dengan ciri khasnya tersendiri berupa pertarungan bertempo cepat. Pertama rilis di PC pada tahun 2013, game ini sendiri sudah berkembang sampai akhirnya juga rilis di PlayStation 4 dan Xbox One.

Kini, perkembangan selanjutnya adalah versi mobile. Isu soal Path of Exile Mobile pertama kali muncul pada November 2019 lalu, dalam acara bertajuk ExileCon. Namun demikian Chris Wilson CEO Grinding Gears mengatakan bahwa titel ini merupakan titel game “eksperimental”. Ia cenderung berhati-hati dan tidak mau salah langkah seperti Blizzard. Jadi tanggal rilis game ini sepenuhnya masih menjadi tanda tanya, karena pengembangannya bisa berlanjut bisa berhenti, tergantung komentar dari para fans.

5. Teamfight Tactics Mobile

Sejak tahun 2009 Riot Games pada awalnya hanya fokus mengembangkan League of Legends saja. Sampai akhirnya mereka menginjak ulang tahun kesepuluh dan memutuskan untuk mengembangkan berbagai game lain selain dari League of Legends. Lewat siaran streaming spesial bernama Riot Pls: 10th Anniversary Edition – League of Legends. Mereka mengumumkan rencana mereka di masa depan, termasuk salah satunya merilis iterasi Auto Battler League of Legends yang bernama Teamfight Tactics ke platform mobile.

Mengutip dari Dexerto TFT Mobile dikabarkan akan rilis untuk kebanyakan negara di dunia pada pertengahan Maret. Nantinya game ini akan dapat dimainkan secara cross-platform antara PC dengan mobile. Untuk saat ini, Anda sudah dapat melakukan pra-registrasi pada laman Play Store TFT Mobile berikut ini.

Baca Juga : Game Offline Android Tahun ini

REVIEW GAME MOBA ONMYOJI

REVIEW GAME MOBA ONMYOJI – Game MOBA (multiplayer online battle arena) telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Terlebih setelah genre ini masuk ke ranah mobile sehingga membuatnya jadi lebih praktis dimainkan hanya dalam genggaman tangan. Sebut aja Mobile Legends atau Arena of Valor yang saat ini tengah berada di masa kejayaannya.

Mungkin beberapa di antara lo ada yang merasa bosan sama game MOBA yang begitu-gitu aja. Dimulai dari mekanisme 5v5 atau 3v3, sistem tiga lane dengan turret, base, dan monster-monster hutan yang ada. Nah, buat lo yang ngerasa jenuh, artinya lo harus cobain game MOBA bertema wibu, Onmyoji Arena!

1. Tema Budaya Jepang yang Kental

Onmyoji Arena bisa dibilang adalah seri spin-off dari Onmyoji, game RTS (real-time strategy) turnbased keluaran NetEase, developer asal Tiongkok yang dikenal dengan game battle royaleRules of Survival. Sebagai seri spin-off, Onmyoji Arena mengadaptasi basis karakter dari game orisinalnya untuk menciptakan pengalaman MOBA yang benar-benar baru. Game ini juga mempertahankan estetika ala budaya Jepang yang elegan dan ikonis dari game orisinalnya.

Tema game ini bakal cocok banget buat lo yang ngerasa wibu alias anak Jejepangan. Dimulai dari desain game dan karakter yang benar-benar Jejepangan abis. Latar waktu dan tempat game ini mengadaptasi Jepang di periode Heian. Jadi, lo bakal ngelihat bangunan maupun pemandangan khas di kota Kyoto yang ikonis.

Karakter alias hero di Onmyoji Arena pun juga enggak mau kalah wibu-nya. Hero di game ini disebut sebagai shikigami, yang berarti roh panggilan. Desain karakternya juga lain dari MOBA kebanyakan. Jika game-game MOBA lain menggunakan desain karakter 3-D yang begitu mendetail, Onmyoji Arena menggunakan desain dengan gaya khas anime yang dipercantik dengan sentuhan 3-D.

2. Kualitas Grafis dan Suara yang Mendetail

Keunggulan utama Onmyoji Arena dibanding dengan game-game MOBA lain bisa dibilang ada dari segi grafis. Kualitas visual yang disajikan begitu cantik dan mendetail. Mungkin pada awalnya lo mengira kalau grafis yang ada di game ini murni animasi kartun 2-D ala anime. Nyatanya, lo salah besar. Gayanya memang tetap ke-anime-an. Seperti yang udah dijelasin di atas, semuanya terlihat menarik karena dipoles dengan sentuhan 3-D. Hal ini membuat karakter Shikigami terlihat begitu hidup.

Grafis game ini juga kaya akan warna. Berkebalikan banget sama Vainglory sebagai sesama game MOBA dengan grafis memukau. Gaya gotik Vainglory sejujurnya membuat grafisnya terlihat apik, tapi enggak begitu cantik jika dibandingkan dengan Onmyoji Arena.

3. Gameplay yang tidak Begitu gitu Aja

Buat lo yang gemar main game MOBA, mungkin pernah sesekali lo ngerasa bosan sama gameplay yang begitu-gitu aja. Yang namanya game MOBA, lo diharuskan untuk mengalahkan musuh dengan cara membabat habis lini pertahanan mereka hingga tak tersisa. Sayang, kebanyakan game MOBA mengadopsi sistem yang hampir sama dengan game MOBA lainnya.

Ada beberapa perbedaan yang terbilang inovatif untuk ukuran game MOBA. Salah satunya bisa dilihat dari sistem waktu pertarungan. Lo bisa bermain dalam situasi siang dan malam.

Selanjutnya ada dari sistem hero. Setiap Shikigami di Onmyoji Arena bisa menguasai maksimal lima skill. Berbeda dari game MOBA kebanyakan yang hanya empat skill. Jumlah skill aktif dan skill pasifnya sendiri bervariasi tiap hero. Ada yang punya tiga skill aktif dan dua skill pasif, ada juga yang empat skill aktif dan satu skill pasif.

4. Mode Pertarungan Masih Terbatas

Onmyoji Arena bukannya benar-benar berbeda. Bahkan bisa dibilang masih terbatas dari segi fitur. Game ini masih terbatas hanya pada format pertarungan 5v5 saja untuk saat ini. Enggak ada fitur tarung Brawl (satu lane) atau 3v3 seperti Vainglory dan Arena of Valor. Gosipnya, NetEase akan menambahkan fitur mode battle royale3v3v3. Namun, mode ini hanya tersedia di mode Training. Hingga sekarang belum diketahui secara pasti kapan NetEase akan menambahkan fitur ini untuk mode kompetitif.

Kelemahan dari segi mode pertarungan ini cukup terbantu dengan jumlah Shikigami yang cukup banyak. Ada sekitar 43 Shikigami yang bisa lo pilih. Meski lebih sedikit dari game MOBA lain, jangan harap lo bisa mendapatkannya dengan mudah. Soalnya, lo harus berjuang keras untuk mendapatkan satu Shikigami karena sistem growth yang cukup sulit.

Baca Juga : GAME RPG 2015 YANG MASIH POPULER