Magnus

Magnus

Magnus – Jauh di daerah pegunungan berapi yang memiliki nama Joerlak, terdapat suku Magnoceroi yang merupakan makhluk dengan 4 kaki dan bertanduk. Master pandai besi yang juga tinggal di gunung Joerlak tersebut percaya bahwa tidak ada benda yang paling keras lagi selain tanduk yang dimiliki oleh suku Magnoceroi.

Sang pandai besi ini sudah lama sekali tinggal bersama dengan suku Magneceroi. Ia juga sudah melihat banyak tanduk yang dimiliki oleh setiap makhluk di suku ini. Namun sang pandai besi ini hanya terpukau dengan salah satu makhluk dari suku tersebut dan dia adalah Magnus yang memiliki tanduk terpanjang dan terkeras diantara suku Magneceroi lainnya.

Magnus sangat hobi olahraga berburu. Bahkan, ia yang paling hebat diantara sukunya dalam berburu. Magnus pernah menunjukkan kemampuannya dalam menjadi juara lomba berburu yang diadakan seluruh negri tempat Magnus tinggal. Hal ini juga yang membuat kepala suku Magnoceroi bangga pada Magnus.

Pada suatu ketika, Magnus yang dibaluti dengan darah hasil berburunya pulang ke kediamannya. Kepala suku Magneceroi Magnoceroi meminta para warga suku termasuk Magnus untuk mengungsi ke utara. Namun, Magnus menolak karena beranggapan suku Magnoceroi adalah suku yang kuat dan tidak percaya bahwa gunung berapi tersebut akan meletus dengan sendirinya.

Naasnya, pemikiran Magnus ini tidak berlangsung lama, dan beberapa hari kemudian gunung Joerlak meletus tanpa adanya tanda – tanda meletus. Letusan gunung ini membuat setengah dari sukunya meninggal dunia dan Magnus pun menyesali perbuatannya. Karena telah menolak perintah sang kepala suku. Akhirnya Maggnus dan pasa anggota suku yang masih selamat pun mengungsi ke utara untuk berlindung.

Setelah berlari cukup jauh, Maagnus dan sisa yang selamat pun dikejutakan oleh blokade jalan yang dilakukan oleh para pemburu dan anehnya. Para pemburu tersebut sudah siap untuk mebghabisi para anggota suku. Pasalnya, mereka sudah membawa peralatan berburu seperti pedang, pisau, panah, dll. Magnnus yang berani akhirnya memimpin sukunya untuk melawan para pemburu.

Magnus

Pertarungan yang menegangkan pun terjadi dengan posisi dibelakang Magnnus. Dan para sukunya terdapat gunung api yang meletus dan di depan mereka ada para pemburu yang siap untuk menghabisi suku Magnoceroi ini. Sang pandai besi pun terpisah dari Magnnus kala pertempuran ini terjadi.

Akhirnya pertarungan yang mempertaruhkan hidup dan mati tersebut. Usai dan para suku Magnoceroi berhasil menang dan selamat dari letusan gunung berapi. Namun tidak sedikit juga yang mati dalam pertarungan tersebut.

Suku Magneceroi percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Karena bagi mereka terlalu banyak kejanggalan mulai dari letusan gunung tersebut yang membuat Magnnus curiga ada orang yang sengaja meletuskan gunung tersebut dan menjebak sukunya dalam perangkap.

Setiap Maggnus mengingat kembali insiden tersebut, kebencian Maggnus terhadap pada orang tersebut semakin meningkat. Maggnus juga tidak dapat melakukan apapun untuk menyelamatkan keluarga dan kawan – kawannya. Hal ini yang membuat pahlawan dari suku Magneceroi ini terus mencari orang dibalik letusan gunung berapi tersebut dan yang menjebak suukunya dalam perangkap.

Baca Juga : Lyralei / Windranger

Gambar Gravatar
Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.