Pudge

Pudge – Sebelum perang besar terjadi, terdapat seorang Necromancer kuat yang sedang mengembara di lokasi bekas peperangan kuno. Semua Necromancer berlatih sihir yang berhubungan dengan kematian, namun Necromacer yang satu ini lebih tertarik pada hal yang berhubungan dengan mayat yang ingin dihidupkan kembali.

Saat ia berkelana melintasi tanah tandus, ia berhasil menemui beberapa mayat yang sudah diawetkan dan membawa mayat – mayat tersebut ke kediaman miliknya di gua yang gelap dan suram. Setelah mempelajari kemampuan sihirnya selama beberapa dekade, Necromancer ini berhasil menghidupkan kembali ratusan mayat pejuang.

Sang Necromancer ini pun dikagumi dan dihormati oleh para penyihir Necromancer lainnya. Ia dihormati karena kemampuan sihirnya yang sangat hebat dan dapat menghidupkan ratusan mayat hidup sekaligus. Namun dengan hasil ini ia belum puas dan masih mengharapkan sesuatu yang lebih lagi.

Ia merasa ia membutuhkan suatu mayat hidup yang keji dan kuat. Nantinya mayat hidup yang satu ini akan dijadikannya jendral bagi prajurit mayat hisup miliknya. Meski ia sadar akan berbahayanya hal yang ia lakukan ini, namun ia tidak terlalu perduli dengan hal ini.

Keserakahan dan kesombongan dengan kekuatan yang dimilikinya membuat ia tidak dapat dihentikan. Akhirnya sang Necromancer ini pergi ke tempat jauh bernama Endless Carnage.

Di tempat yang bernama Endless Carnage ini merupakan tempat yang terkutuk karena semua makhluk hidup yang mati disana tidak akan membusuk bahkan setelah bertahun – tahun lamanya. Kabut dengan warna biru menutupi semua permukaan tanah di daerah ini. Kabut ini menandakan bahwa tempat ini merupakan tempat yang terkutuk dimana tidak ada kehidupan disana.

Pudge

Dengan bantuan prajurit mayat hidupnya ia berhasil menemukan beberapa mayat yang sempurna untuk ia gunakan sebagai prajurit barunya. Ketika ingin kembali ke gua kediamannya, salah satu prajuritnya menemukan sebuah pengait daging yang besar dengan posisi tertancap di salah satu mayat. Lalu, ia pun membawa mayat tersebut beserta pengaitnya untuk dihidupkan kembali.

Necromancer ini yakin bahwa makhluk dengan pengait ini akan menjadi maha karya miliknya. Ia pun langsung mengadakan ritual di gua miliknya. Ia pun sudah berhasil membentuk suatu mayat hidup yang besar dan sangat mengerikan.

Bahkan sang Necromancer ini sempat merasa ragu untuk menghidupkan mayat dengan pengait daging ini, namun karena ambisi akan kekuatannya ini harus menghidupkan mayat ini. Ritual hitam pun dimulai untuk menghidupkan mayat besar dang mengerikan ini. Selama berjalannya ritual, seluruh bagian di gua ini dipenuhi oleh bayangan yang membuat gua ini sangat gelap.

Tidak lama kemusian, mata dari mayat ini pun terbuka dna menandakan bahwa mayat ini telah hidup. Dan ini lah hero Pudge salam Dota 2. Ia adalah makhluk ciptaan sang Necromancer dan juga merupakan kesalahan fatal yang terakhir dalam hidupnya. Mayat hidup yang besar ini mendekati sang Necromancer dan sesuatu yang mengerikan pun terjadi.

Sang Necromancer tidak dapat mengontrol pikiran dari mahakaryanya ini karena memiliki otak yang terlalu keras dan sulit untuk dimasuki. Mayat ini pun mengikuti kemaunnya sendiri yaitu membunuh. Setelah membunuh beberapa pasukan mayat hidup yang dimiliki oleh Necromancer, mayat hidup yang besar ini membunuh sang tuannya sendiri dan memakannya hidup – hidup.

Setelah memakan sang Necromancer secara hidup – hidup, mayat ini akhirnya mendapatkan kesadarannya sendiri dan langsung mengambil pengait daging miliknya untuk menghabisi sisa prajurit mayat hidup yang masih ada. Setelah kabar kematian sang Necromancer yang hebat tersebar luas, orang – orang dan Necromancer lainnya menyebut pembunuh Necromancer ini dengan sebutan Pudge yang artinya orang gemuk.

Pudge pun mengembara siang dan malam di tempat dimana perang berlangsung. Ia membunuh, memutilasi, dan memakan musuh – musuhnya dan menyebut dirinya sebagai butcher.

Baca Juga : Meepo

ditulis oleh

jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.