Naix / Lifestealer

Naix / Lifestealer merupakan suku Oglodi yang sudah dibuang oleh sukunya sendiri. Naix dibuang karena keinginannya untuk menguasai sihir gelap. Bahkan Naix bersedia diasingkan oleh sukunya sendiri karena ia yakin tempatnya bukanlah bersama sukunya, melainkan jauh dari sukunya.

Sekian tahun setelah meninggalkan Druud, Naix sampai di sebuah kota yang bernama Devarque yang merupakan kota dimana para masyarakatnya diperbolehkan untuk mempelajari sihir hitam meskipun tujuannya tidk jelas dan bahkan untuk tujuan yang menegerikan dan sadis.

Naix berpikir bahwa kota ini akan menjadi rumah baru baginya, dimana ia dapat belajar sihir hitam tanpa adanya gangguan orang lain. Namun pikiran Naix salah, masyarakat Devarque lebih memilih menjauhi Naix karena Naix merupakan orang buangan dari sukunya.

Naix juga dilarang untuk masuk ke sekolah sihir dan perpustakaan yang ada di Devasque. Naix yang diasingkan oleh penduduk Devasque pun geram dan memilih untuk pergi dari sana dan merencanakan sesuatu yang jahat.

Ketika harui sudah malam,Naix kembali ke kota tersebut dibawah kegelapannya malam. Masuklah Naix ke perpustakaan yang sangat besar dan terdapat ribuan buku sihir seperti buku tentang ritual terlarang dan buku yang membahas manipulasi kehidupan.

Naix / Lifestealer

Naix juga mendapat bisikan dari buku – buku sihir hitam tersebut dan tanpa pikir panjang ia pun memasukan buku – buku tersebut kedalam tasnya hingga penuh adn ia juga mengambil satu buku untuk dipegangnya.

Naix yang sudah mendapatkan buku sihir tersebut langsung pergi meinggalkan kota Devasque dengan keyakinan rencananya ini tidak akan gagal. Dan setelah ia berada jauh dari kota tersebut, ia duduk dibawah pohon Oak yang besar. Tidak sabar, ia pun membuka salah satu yang sudah ia curi, namun ternyata semua buku sihir yang berada di kota Devasque memiliki mantra yang akan mengirimkan sinyal pada dewan sihir kota Devasque jika dibuka atau dipelajari di luar kota itu.

Prajurit kota Devasque pun langsung pergi menangkap si pelanggar hukum tersebut. Namun Naix tidak melarikan diri dan ia masih terlena karena sudah berhasil mempelajari banyak sihir rahasia. Ia pun terbangun ketika sudah dalam keadaan terborgol dan dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah yang gelap.

Naix yang sendirian dalam penjara tersebut dibiarkan agar membusuk dan mau bertobat pada dewan sihir. Bertahun – tahun disana, tubuh Naix menjadi kecil dan membusuk karena kurangnya nutirisi serta dehidrasi dan pikirannya sudah menjadi gila karena kesendiriannya dan perasaan putus asanya.

Suatu ketika, ada juga penyihir yang dijebloskan di penjara yang sama dengan Naix. Meskipun orang ini merupakan orang pertama yang dilihatnya, namun Naix tidak dapat bergerak sedikitpun karena tubuhnya yang kurus kering membuatnya susah untuk bergerak.

Melihat peluang melalui Naix, sang penyihir pun mulai melafalkan mantranya untuk memindahkan kesadarannya dalam tubuh Naix. Penyihir tersebut juga kewalahan dengan pikiran yang dimiliki Naix karena penuh kegilaan dan penyiksaan dan akhirnya sang penyihirpun juga menjadi gila ketika memasuki pikiran Naix.

Naix / Lifestealer

Di segi lain, Naix mulai mendapatkan kesadarannya. Penyihir yang menjadi gila tersebut kehilangan beberapa ingatannya dan yang diketahuinya adalah keluar dari penjara yang dingin dan gelap tersebut.

Naix yang pikirannya sudah dikendalikan, menerima perintah dari master barunya dan membantai orang yang menghalangi jalannya. Banyak penjaga penjara yang nyawanya sudah dihabisi dan membuat Naix mendapatkan sesuatu yang belum pernah ia miliki sebelumnya. Kemampuan Naix semakin meningkat seiring lebih banyaknya nyawa yang telah iia habisi mulai dari anak – anak, lelaki, wanita maupun hewan semua dibantainya untuk dapat keluar dari kota tersebut.

Dengan kesadisan naix ini, ia disebut orang sekitarnya, Lifestealer. Ia pun berkeliling membantai semua orang yang membuatnya masuk kedalam penjara. Suara terakhir yang didengar para korban Naix hanyalah suara borgol ditangan Naix.

Naix membiarkan borgol tersebut agar ia selalu ingat bahwa nantinya ia akan bebas. Hingga hari kebebasannya tersebut, Naix harus berpura – pura mengikuti perintah gila dari masternya. Naik masih membutukan kekuatan yang lebih agar ia dapat mengalahkan masternya tersebut. Maka dari itu ia terus membantai orang – orang untuk menambah kekuatannya.

Baca Juga : Razor

ditulis oleh

jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.