Lyralei / Windranger

Sebelum Lyralei dilahirkan kedunia, kedua orang tuanya memasuki hutan bagian barat stelah diusir dari tempat tinggalnya yang baru saja terjadi peperangan disana. Setelah mendapatkan tempat yang cukup aman di dekat sungai dan lapangan rumput di tengah hutan, merekapun mendirikan gubuk kecil disana.

Kedua petani muda ini menjalai kehidupannya bersasma di gubuk kecil tersebut. Bertahun – tahun berlalu, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membuat keturunan. Mereka sangat menantikan kehadiran sang buah hati, Lyralei. Mereka beranggapan bahwa hari dimana Lyralei dilahirkan merupakan hari yang paling berbahagia di kehidupan mereka.

Naasnya, kebahagian yang mereka nantikan tersebut tak akan datang. Hari menajdi gelap dan malam menjadi lebih dingin dari biasanya. Rasa khawatir dari orang tua Lyralei pun sedikit – sedikit mulai muncul.

Saat malam kelahiran Lyralei, badai besar datang dan menerjang dari arah luar hutan. Badai yang satu ini bukanlah badai biasa, melainkan kekuatan gelap yang membawa badai tersebut masuk kedalam hutan ini dan tujuan dari badai tersebut yang tak lain adalah kehancuran.

 

Tak butuh waktu lama untuk badai tersebut mebghancurkan gubuk kecil milik kedua orang tua Lyralei sekaligus membunuh kedua orang tua Lyralei. Hanya bayi Lyralei yang selamat dari badai mengerikan tersebut.

Keheningan setelah badai usai, angin pun mendengar suara tangisan bayi yang selamat dari badai tersebut. Sang angin pun merasa kasihan dengan bayi tersebut dan mengantarkan bayi tersebut ke desa terdekat dan diletakkannya di epan pintu salah satu rumah warga.

Bertahun – tahun sudah berlalu, warga desa yang mengasuk Lyralei sudah menganggap Lyralei sebagai anaknya sendiri. Lyralei tumbuh besar menjadi perempuan yang energik, cantik serta ceria. Di umurnya yang menyentuk 7 tahun, ia dapat mengalahkan pelari tercepat yang ada di desanya. Taka ada seorang pun yang tahu mengapa ia dapat berlali secepat itu, namun warga desa pun juga tak terlalu memikirkan akan hal tersebut.

Melihat kelebihan yang dimiliki Lyralei, salah satu pemburu lokal tertarik dengan kemampuan Lyralei. Ia pun mengundang Lyralei ke rumahnya dan disana ia memperlihatkan senjata miliknya pada Lyralei. Senjata tersebut merupakan sebuah busur. Sang pemburu tersebut membandingakan busurnya dengan Lyralei, bagi pemburu tersebut Lyralei memiliki perssamaan dengan busurnya yaitu cepat dan mematikan.

Sang pemburu tersebut juga memiliki busur yang lebih kecil dan pas untuk Lyralei gunakan dan ia pun memberikan busr dan beberapa anak panah pada Lyralei. Lalu mereka berdua keluar dan mulai melatih Lyralei dengan memanah beberapa patung hewan.

Lyralei pun mulai suka dengan mainan yang baru baginya ini dan meminta pada si pemburu agar dapat mencobanya lagi di lain waktu.

Beberapa tahun kemudian, Lyralei sudah menjadikan memanah sebagai rutinitas kehidupan sehari – harinya. Lyralei tak memerlukan waktu yang lama untuk memangah benda terkecil yang ada tanpa perlu membidiknya terlebih dahulu. Saat ia memanah, terlihat seperti panahnya diarahkan langsung oleh angin itu sendiri.

Tanpa Lyralei ketahui, sang angin yang menolong dirinya berencana untuk kembali menemui dirinya. Sang angin tersebut memperhatikan Lyralei bertahun – tahun dari kejauhan. Beberapa hari esoknya, Lyralei dinerikan tugas untuk memburu, ia pun menemukan puing – puing di tengah hutan. Lyralei pun merasakan sesuatu yang aneh dari puing – puing tersebut dan merasakan sesuatu dari puing tersebut menyatu dengan dirinya.

Setelah merasakan hal tersebut, angin pun bertiup dari arah luar dan menembus tumbuhan lebat yang ada di sekeliling Lyralei. Angin tersebut bertiup dan membuat sebuah suara yang menceritakan Lyralei tentang masa lalunya.

Beberapa tahun kemudian, Lyralei mulai dikenal dengan nama Windranger. Keahliannya dalam memanah pun sudah tidak diragukan, bahkan ia sudah menguasai kekuatan angin itu sendiri. Setelah berlatih selama bertahun – tahun, Windranger dapat memanah lawannya dengan kecepatan angin, bahkan tubuhnya juga bergerak dengan kecepatan angin. Ia pun menjadi prajurit alam yang sangat dicintai angin.

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.