Huskar

Huskar – Perang adalah dasar untuk peradaban, perang juga menjadikan beberapa negara yang menang menjadi kaya dan yang kalah menjadi hancur. Orang yang bijak akan berpikir elemen apa yang paling penting dalam sebuah peperangan.

Beberapa dari orang ini berpendapat bahwa jumlah dan kekuatan pasuka adalah yang terpenting. Namun, ada juga yang menganggap bahwa penipuan / kelicikan serta pengkhianatan merupakan cara yang lebih mudah untuk meraih kemenangan. Tidak jarang juga ada yang berpikir keberuntungan lah yang menjadi poin penting dari hasil peperangan yang ada.

Namun, banyak suku dan ras menganggap bahwa kemenangan dapat diperoleh dengan semangat juang yang besar dan menaklukan suatu kawasan dapat diperoleh dengan keyakinan dan loyalitas dari prajurit.

Kepercayaan ini lah yang dianut oleh masyarakat suku Dezun, yang merupakan suku aneh namun dapat menyatukan tradisi kesukuan serta dapat memanfaatkan energi mistik yang ada di Nothl Realm.

Dulunya suku ini merupakan suku yang terpisah – pisah, namun kini sudah bersatu dan diperintah langsung oleh para tetua. Setelah menyatukan banyak suku, suku yang satu ini berencana untuk menguasai kawasan sekitar mereka dengan rasa nafsu akan kekuasaan dan keserakahan yang menyelimuti mereka.

Kemenangan adalah hal nomer satu dalam suku ini. Untuk itu, mereka membutuhkan prajurit yang berani dan tidak kenal takut serta haus akan darah. Suku Dezun ini sendiri memiliki banyak orang yang berkriteria seperti itu. Namun ada satu orang yang mecolok dari sekian banyak prjurit ganas tersebut, yang tidak lain adalah Huskar.

Huskar

Huskar selalu beranggapan bahwa dirinya lahir untuk mati dalam perang. Dalam semua poeperangan yang diikutinya, ia selalu maju sendirian dan berada pada garis paling depan diantara yang lainnya dan langsung menghabisi semua lawan yang menghalangi jalannya. Huskar tidak pernah takut akan kematian.

Huskar hanya menginginkan bahwa ia akan mendapatkan tempat disisi para dewa di Nothl Realm saat ia mati nantinya. Beruntungnya, hari yang ia nantikan tiba ketika ia menyerang pemukiman lawan yang berada di sebelah daerah kekuasaan sukunya.

Setelah menghabisi bayak lawan, Husskar akhirnya tumbang oleh 7 pikemen yang menusuk dirinya menggunakan tombak dari sehala arah hingga membuat Huskar tidak berdaya. Huskar pun bernafas lega sambil tersenyum dengan darah yang mengucur dari tubuhnya bersamaan dengan matahari yang menyinari wajahnya.

Setelah para tetua mendengar bahwa huskaar telah mati, mereka pun langsung bergerak untuk mendapatkan kembali aset berharga mereka, Huuskar. Para tetua pun memerintahkan Dazzle, the Shadow Priest untuk mengembalikan nyawa Huskaar kembali agar dapat kembali melayani para tetua.

Dazzle dengan senang hati melaksanakan perintah tersebut dan dilaksanakannya dengan baik. Setelah mengadakan ritual, Dazzle akhirnya melafalkan mantra miliknya untuk membangkitkan kembali Huskkar dari tempat peristirahatan terakhirnya menuju dunia nyata.

Huskar sungguh telah kembali ke dunia nyata, namun ada yang sedikit berbeda dari dirinya. Tubuhnya mengalami sakit yang luar biasa, tetapi kesakitan itu membuat tubuhnya beruabh. Kini Husskar menggunakan darahnya sendiri untuk memperkuat dirinya dalam peperangan.

Sehingga Huskkar menjadi lebih kuat dari sebelumya. Dazzle dan para tetua pun senang Huskar menjadi lebih kuat. Tetapi Huuskar geram dengan pemikiran Dazzle dan para tetua, Husskar merasa hak lahirnya telah dirampas dan tidak dapat bersama para dewa lagi.

Para tetua pun mengatur rencana licik untuk serangan mereka selanjutnya, mereka merencanakan Husskar untuk memainkan peran penting dalam rencana ini. Namun Huskkar menolak perintah mereka, Huskar merasa kebahagiaannya telah dirampas oleh para tetua dan Dazzle.

Baca Juga : Naix / Lifestealer

ditulis oleh

jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.