Gondar

Terdapat legenda yang menceritakan tentang Pemburu hadiah atau yang bernama Bounty Hunter. Mereka para pemburu hadiah selalu mengejar targetnya hingga ke ujung dunia demi mendapatkan bayaran. Ada pemburu yang bernama Soruq yang namanya sudah melegenda, namun ia telah mencapai batas karirnya sebagai Bounty Hunter. Soruq sadar bahwa legenda pun dapat menjadi tua.

Ia takut tidak ada yang melanjutkan kehebatannya, ia pun berjuang agar tetap hidup. Setiap hari Soruq memikirkan siapa yang layak mewarisi keahliannya sebagai Bounty Hunter. Suatu ketika, ia sedang berjalan melintasi daerah bekas peperangan, dan disinilah ia menemukan orangnya. Soruq melihat anak kecil yang melacak seekor burung dan membunuhnya menggunakan pisau kayu untuk mendapatkannya.

Soruq pun mengikuti anak kecil ini sampai ke tempat tinggalnya, namun tiba – tiba ada sebuah pisau yang dihunuskan ke lehernya. Soruq pun tersenyum dan memuji anak kecil tersebut karena berhasil mengetahui jika ada yang mengikutinya. Setelahnya, Soruq mengeluarkan sepotong daging hasil memburunya untuk dimasak.

Bukan hanya memberikan sebuah makanan enak, Soruq juga menawarkan anak kecil ini untuk menjadi pewarisnya.Soruq pun menjulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya, sebaliknya sang anak kecil juga memperkenalkan namanya “Gondar”.

Setelah pertemuan mereka ini, setiap hari Gondar melatih kemampuannya menggunakan pedang, mempelajari cara menghilang dan mempertajam instingnya dalam melacak buruannya. Mereka berburu dan makan bersama setiap harinya.

Pada akhirnya, Gondar pun menjadi dewasa dan dapat melakukan semuanya sendirian. Seiring berjalannya waktu, nama Gondar pun mulai dikenali oleh para buronan di dunia. Kisah tentang kehebatan Gondar saat menyusup dan keluar dari markas yang tak dapat ditembus siapa pun beredar ke seluruh dunia. Para pencuri legendaris sekalipun tertangkap ketika menyusup ke markas ini dan diadili.

Mendengar bahwa Gondar sudah lihai, ia pun memberikan Gondar tes terakhirnya, tes ini bertujuan untuk melihat apakah Gondar pantas menerima warisan dari Soruq sang pemburu. Soruq pun menyusup ke tempat tidur pangeran lalu membunuh burung bernama Prized Hellkite miliki pangeran langsung dihadapannya dan langsung melarikan diri setelah membunuhnya.

Pangeran yang geram dengan perbuatan Soruq langsung mengumumkan barang siapa dapat membawa Soruq hidup atau mati akan diberikan hadiah yang besar. Sebagian besar para Bounty Hunter di negri tersebut langsung mencari Soruq. Namun, kebanyakan dari mereka tak daoat menemukan Soruq dan lebih memilih untuk menyerah. Sedangkan beberapa yang sudah menemukan Soruq justru ditemukan mati mengenaskan.

Gondar yang sudah ahli dapat menemukan Soruq yang akan ditangkapnya serta mengadilinya. Ia pun menemukan tempat persembunyian Soruq, Gondar juga sadar bahwa masternya tersebut mengetahui kehadirannya dan lari ke dalam hutan. Ketika Gondar mengejar Soruq, ia berhasil terhindar dari banyak perangkap yang telah disediakan oleh masternya. Perangkap – perangkap inilah yang telah membunuh para Bounty Hunter lainnya ketikan mencari Soruq.

Ketika sudah berada di hutan yang terdalam, Soruq pun memilih berhenti dan menghadapi Gondar satu lawan satu menggunakan pedang. Bahkan di usia Soruq yang sudah tua, ia masih menjadi lawan yang yangguh. Pertarungan pun berjalan dengan lama dan kedua Bounty Hunter ini nampak letih dan kehabisan trik untuk bertarung.

Hari sudah malam, kedua pemburu ini pun menghilang dan bersembunyi dalam kegelapan. Keduanya saling mengunngu hingga rivealnya lengah. Ahirnya, Soruq yang meremehkan insting berburu Gondar pun kalah dengan sekali tebasan dari Gondar.

Soruq yang terbaring dengan luka tebasan tidak sedih melainkan tersenyum melihat anak asuhnya berhasil melewati tes terakhirnya. Soruq pun yakin dengan pilihannya untuk mewariskan keahliannya pada Gondar. Sesaat setelah Soruq tersenyum, ia pun meninggal. Gondar mengangkat jasad dari Soruq dan membawanya ke lokasi pangeran berada lalu meninggalkannya disana. Dan ini menjadi pertama kalinya, Gondar tak mengambil hadiah untuk hasil buruannya tersebut.

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.