Furion / Nature Prophet

Furion / Nature Prophet – Ketika dunia hanya tediri dari tanah dan pasir saja, semua yang nampak hanyalah warna coklat dan abu – abu. Tidak ada kehidupan satu pun ketika itu. Kemudian, Verocidia, sang dewi hutan melihat suatu pelauang tumbuhnya kehidupan di suatu batu.

Kekuatan yang Verocidia sangatlah luar biasa bahkan dapat membuat kehidupan / tanaman. Setelah berkeliling dalam dunia tanpa kehidupan ini, Verocidia pun memutuskan untuk membuat kehidupan dan warna dalam dunia ini.

Sudah setahun Verocidia menanam bibit tanaman di dunia ini, ia menanam di tempat yang baginya layak untuk ditanami tumbuhan. Dari tanaman yang sudah di tanamnya ada yang berbentuk kecil dan ada pula yang berbentuk sangat besar dan bahkan tingginya mencapai langit dan dahannya menyebar di seluruh permukaan langit.

Tidak kenal lelah, Verocidia terus menanam tanaman tersebut dan menyiramnya dengan air yang ada di bumi dan memaksa matahari untuk terus fokus menyinari tanamannya.

Suatu ketika, Verocidia berjalan melintasi danau dan melihat bayangan dirinya sendri dan terkejut bahwa dirinya mulai tua. Bekerja selama bertahun – tahun hanya untuk menumbuhkan tanaman ini telah mneguras banyak dari energi yang dimiliki Verocodia dan ia pun sadar jika waktunya di dunia ini sudah tidak lama lagi, jika waktunya habis ia akan layu seperti daun di musim gugur.

Furion / Nature Prophet

Sang dewi ini pun bingung dan sedih, bukan karena tidak dapat menyaksikan hasil dari pekerjaannya selama ini, melainkan ia takut tidak ada orang lain yang dapat menjaga tanaman kehidupan miliknya. Ia khawatir tanaman yang sudah ia jaga ini akan mati karena kekejaman dunia ini.

Verocidia pun mulai mencari akal. Seketika ia mendapatkan bibit yang sama sekali belum pernah tersentuh. Ia pun mendekap bibit itu dan mengatakan satu kata pada bibit tersebut sebelum skhirnya sang dewi tersebut mencapai batasnya. Ia pun duduk disebuah genangan air dan tersenyum dengan tenang karena mengetahui tugasnya sudah selesai.

Verocidia yang menghembuskan nafas terakhirnya, tubuhnya pun terurai selam musim dingin berlangsung. Saat musim semi, tubuhnya menjadi humus dan menjadi makanan bagi tumbuhannya.

Waktu terus berjalan, tumbuhan di taman kehidupan Verocidia mulaai bermekaran. Pada awal musim semi, semua tumbuhan Verociadia bermekaran dan ada satu tanaman yang juga belum mekar yang tidak lain adalah tanaman terakhir yang ditanam oleh dewi Verocidia. Hal ini lah yang membuat tanaman ini lebih spesial dibandingkan tanaman lainnya.

Tidak kunjung mekar, justru tanaman ini semakin besar dan karena terlalu besar, tanaman yang lain pun terlihat kecil. Ketika pagi di hari Vernal Equinox, sebelum tanaman yang lainnya bangun dari tidur panjangnya, tanaman terakhir ini pun akhirnya telah matang dan meldak saai itu juga. Dalam edakan tersebut keluarlah Furion sang Nature Prophet. Tubuhnya terbentuk oleh dedaunan serta memiliki kekuatan dan kecerdasan yang sangat hebat.

Furion juga memiliki kekuatan yang dimiliki Verocidia, yaitu dapat melihat masa depan dan memerintah alam, semua tumbuhan yang ada di alam ini pun tunduk padanya. Ia pun menjadi penjaga alam dan menjadi pelindung taman kehidupan serta melakukan apa saja demi melindungi semua makhluk yang memiliki relasi dengannya.

Baca Juga : Gondar

ditulis oleh

jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.